PPP Bulu – Revolusi Industri 4.0 telah menggantikan beberapa fungsi kehidupan, termasuk juga pada profesi ASN, loh. Lalu apasih yang harus dimiliki #SmartASN dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0? Lalu bagaimana Seharusnya Sikap ASN dalam menghadapi Revolusi Industri? pertanyaan mungkin akan muncul dibenak kita, menjadi sebuah kesulitan atau tantangan berat. Namun semuanya itu tidak akan menjadi sulit jika kita mau mengikuti 6 Trik ini :

Berpikir Out of The Box
Berpikir out of the box adalah mencari cara-cara baru bagaimana meningkatkan produktivitas diri. Bukan hanya meningkatkan 5% atau 10% saja, tetapi bagaimana melipatgandakannya. Berpikir out of the box berarti kamu harus berani melakukan sesuatu yang berbeda. Dengan demikian kamu akan menciptakan sesuatu yang berbeda dibandingkan orang lain dan memiliki nilai yang lebih. Apa pun bidang yang kamu sukai, dengan berpikir seperti ini akan membuatmu lebih maju dibanding orang lain. Karena seseorang yang berpikir out of the box mampu untuk mengimplementasikan sesuatu yang biasa tersebut menjadi luar biasa.

MindSet Melayani
Perubahan mindset para pejabat dimana dulunya dilayani sekarang harus berubah melayani. Karena dengan perkembangan Pelayanan Kepada Masyarakat kita berupaya menciptakan keramahan dan bebas dari praktik KKN.

Bersikap Dinamis
Bersifat dinamis sifat yang terus berubah dan berkembang secara aktif. Mampu mengikuti perubahan yang sedang berlangsung

Berwawasan Luas
Dimana kita mendapat sebuah pengetahuan yang banyak dan kita bisa mengerti banyak nya hal yang ada di dunia inii, bukan hanya di negara indonesia saja , bahkan di negara lain dalam semua hal.

Melek Teknologi
Seiring perkembangan teknologi untuk menunjang berbagai sektor kegiatan ASN dalam melayani masyarakat. Dengan ini Aparatur sipil negara (ASN) harus menguasai ilmu dan teknologi untuk mewujudkan pelayan publik bervisi 4.0 dalam memperkuat kinerja.

Menciptakan dan Melakukan Inovasi
Kerja yang tidak hanya mengandalkan otot, namun juga menggunakan otak, bisa berpikir kreatif dan inovatif, untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan waktu yang efektif, sehingga masih memiliki waktu dan energi untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan yang lainnya. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi PNS untuk datang, duduk dan diam. Karena sasaran kinerja yang dibuat merupakan satu kometmen bersama antara PNS dengan atasannya