PPP Bulu – Merujuk Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7/PERMEN-KP/2019 terkait Persyaratan Dan Tata Cara Penerbitan Sertifikat Cara Penanganan Ikan Yang Baik dan untuk meningkatkan mutu hasil tangkapan ikan hingga proses distribusi pada tanggal 22 September 2021 UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Bulu mengadakan kegiatan sosialisasi Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) yang bekerja sama dengan Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong sebagai penyaji materi.

Kegiatan yang dihadiri sebanyak 50 orang yang terdiri 44 Nelayan dan 6 Ibu-Ibu Bakul Ikan sebagai edukasi bagaimana cara menangani ikan yang baik dan meghasilkan mutu ikan dengan daya jual tinggi.

Sambutan Kalabuh PPP Bulu

Kalabuh PPP Bulu mengatakan “Proses penanganan ikan yang baik ini sangat perlu dan wajib karena mutu ikan menjadi poin penting dalam proses ekspor maupun bahan untuk produksi perusahaan, sehingga kegiatan untuk diikuti secara seksama” sekaligus membuka acara Sosialisasi.

Dalam acara yang sama melalui daring Bapak Ibrahim, A.Pi, M.Si mewakili DJPT menyampaikan “Kegiatan ini sangat penting, karena nelayan mengetahui cara penanganan ikan yang baik dalam menunjang mutu ikan baik distribusi lokal maupun ekspor, selain itu dalam persyaratan di Pusat kewajiban seorang nahkoda atau salah satu kru kapal memiliki Sertifikat SKPI, kewajiban pengisian e-Logbook dan nanti peserta akan mendapatkan sertifikat”

Pemaparan Materi Oleh Ibu Triana Indah Yuniawati, S.Pi

Sesi berikut pemaparan penyaji terkait Prinsip ABCD dalam penanganan ikan oleh Ibu Triana Indah Yuniawati, S.Pi Selaku P3T Ahli Pertama PPP Brondong. Prinsip ABCD yaitu Ati-Ati (Hati-Hati), Bersih (Sanitasi), Cepat dan Dingin sebagaimana berikut :

  • ATI-ATI (HATI-HATI) dimana dalam penanganan perlu diminimalisir terkait kerusakan ikan agar tidak cepat busuk, memilah/memisahkan sesuai kondisi, cara sederhana memperlambat laju dengan proses pemberian es atau pendinginan lainnya.
  • BERSIH (SANITASI) merupakan cara pencegahan kontaminasi, bekerja bersih, memilah ukuran ikan yang cacat fisik.
  • CEPAT yaitu jangan menunda penanganan, alirkan bahan dengan lancar.
  • DINGIN yaitu terapkan sistem rantai dingin dengan cepat, penerapan teknik pendinginan (<~0°C) secara terus menerus dan tidak terputus sejak penangkapan, pemanenan, penanganan, pengolahan, dan distribusi.

Masyarakat nelayan mengikuti dengan seksama dan memperhatikan protokol kesehatan, semoga dengan adanya sosialisasi ini dapat memberikan wawasan kepada kru kapal dalam melakukan penanganan ikan di kapal. (and26)