PPP Bulu – Keindahan, Kebersihan, Ketertiban, Keamanan dan Keselamatan Kerja menjadi hal penting dalam melaksanakan kegiatan di kawasan pelabuhan. K5 ini merupakan tugas gotong royong masyarakat nelayan dan pengguna jasa. Untuk mewujudkan hal tersebut UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Bulu melaksanakan Sosialisasi Kegiatan Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan dan Keselamatan Kerja (K5) pada tanggal 17 Juni 2021 di Gedung Serbaguna dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pada kegiatan ini Seksi Pelayanan Teknis Pelabuhan oleh Bapak Agus Subagijo,S.Pi menjelaskan terkait upaya menjaga keamanan di kawasan pelabuhan sangatlah penting untuk dilakukan, untuk menghindari ancaman dari luar pelabuhan, termasuk kegiatan pencurian.

Yang kedua kegiatan kebersihan dan keindahan dimana menjadi tugas masyarakat nelayan yang berada dikawasan pelabuhan, sebagai tujuan utama meningkatkan nilai jual hasil perikanan. maka kewajiban seluruh sektor untuk bersama-sama menjaga kebersihan fasilitas yang digunakan.

Audiensi Peserta Sosialisasi K5

Ketiga, Ketertiban ini menjadikan sinergitas dengan retribusi yang telah ditetapkan sesuai peraturan gubernur, serta pengguna jasa harus memperhatikan keselamatan kerja pelaku/SDM yang bekerja sehingga memperkecil resiko kecelakaan kerja.

Sedangkan Seksi Tatakelola memberikan paparan retribusi sesuai Peraturan Gubernur No,68 Tahun 2020 terkait Penyesuaian Retribusi Daerah.

Tarif Pas Masuk

  1. Orang / Umum sebesar Rp.1.000 Per Orang Sekali Masuk
  2. Becak / Gerobak / Sepeda Sebesar Rp. 1.500 Per Kendaraan Sekali Masuk
  3. Sepeda Motor Sebesar Rp. 2.000 Per Kendaraan Sekali Masuk (namun akan ada perubahan yang ada di Pas Masuk yaitu tarif karcis Motor (Roda 2) Yaitu dari Rp.1.500 menjadi Rp.2.000)
  4. Mobil Sebesar Rp.3.000 Per Kendaraan Sekali Masuk
  5. Truk Roda Belakang Engkel Sebesar Rp. 5.000 Per Kendaraan Sekali Masuk
  6. Truk Roda Belakang Double/Bus Sebesar Rp.10.000 Sekali Masuk Per Kendaraan
  7. Pengangkutan Es Batu Sebesar Rp. 200 Per Balok Es Sekali Masuk

Dengan adanya kegiatan edukasi ini masyarakat lebih paham akan sinergitas dan tertib retribusi, Sehingga terdapat feedback. (A26)